Posted by: giont | May 17, 2010

Rosalia Lombardo adalah seorang gadis berkebangsaan Itali yang lahir tahun 1918 di Palermo , Sisilia . Namun Dia meninggal karena pneumonia pada tanggal 6 Desember 1920. Ayah Rosalia sangat sedih setelah kematian putri tercintanya, ia kemudian¬† mendekati Dr Alfredo Salafia, yang dikenal Ahli Mumifikasi , untuk mengabadikan Jasadnya. Tubuhnya salah satu mayat terakhir yang diterima di katakombe Capuchin of Palermo di Sisilia (Semacam Pemakaman yang awalnya dibuat untuk para biarawan) . Mayat Rosalia Lombardo, seorang anak perempuan Sisilia berusia dua tahun yang meninggal tahun 1920, masih terlihat segar. Muminya yang dikenal dengan “Sleeping Beauty” disimpan dalam kotak kaca di Palermo, Italia.

Ramuan yang membuat mumi tersebut masih terlihat segar menjadi rahasia selama bertahun-tahun. Namun, ahli antropologi biologi dari Institute for Mummies and the Iceman bernama Dario Piombino-Mascali berhasil mengungkap racikan yang dipakai untuk mengawetkan Rosalia.

Ia mencari tahu bahan-bahan yang digunakan dari kerabat dan orang-orang dekat Alfredo Salafia, seorang taksidermis atau ahli pembuat awetan yang tewas tahun 1933. Dari catatan tangan yang dibuat Salafia terungkap bahwa ia menyuntikkan zat-zat kimia ke tubuh Rosalia berupa formalin, garam seng, alkohol, asam salisilat, dan gliserol.

Formalin merupakan bahan yang saat ini paling umum digunakan untuk mengawetkan mayat. Campuran formaldehid dan air itu membunuh semua bakteri penyebab pembusukan daging. Salafia adalah salah satu pelopor penggunaan bahan kimia tersebut untuk mengawetkan mayat.

Sementara alkohol di daerah yang kering akan berfungsi mempertahankan mayat Rosalia tetap kering sehingga lebih awet terhadap perubahan suhu dan kelembaban. Gliserol seperti minyak akan mencegah tubuhnya terlalu kering dan asam salisilat mencegah pertumbuhan jamur.

Namun, kunci utama pengawetan mayat tersebut adalah garam seng. Menurut Melissa Johnsons Williams, Direktur Eksekutif American Society of Embalmers, seng tidak digunakan dalam proses pengawetan di AS. “Seng membuatnya kaku. Anda dapat mengangkatnya dari peti dan membiarkannya berdiri,” jelas Williams.

Posted by: giont | April 21, 2010

Akar Bahar dan Khasiatnya

Akar Bahar tentu bukanlah termasuk batu permata tapi dipercayai mempunyai khasiat seperti batu permata.

Akar Bahar banyak sekali terdapat di daerah Maluku dan sekitarnya. Ia merupakan semacam tumbuhan yang hidup diantara amber (atau Barnsteen, kata dalam bahasa Jerman yang berarti “batu yang dapat dibakar”) pada zaman sekarang.

Nama akar bahar ini berasal dari bahasa Arab dan Melayu. Bahar dalam bahasa Arab artinya laut, jadi Akar Bahar bermakna akar laut.

Di daerah Maluku terutama di Ambon, kata-kata akar diganti dengan “ruhu” atau “luhu”. Akar bahar yang berwarna hitam mereka sebut dengan “ruhu mete” atau “luhu mete” atau “ruhu meteng”.

Ada empat macam akar bahar:

1. Akar Bahar Hitam.
2. Akar Bahar Kelabu.
3. Akar Bahar Putih.
4. Akar Bahar Merah.

Akar bahar hitam terbagi lagi dalam 7 jenis berbeda.

Orang Maluku dapat membedakan antara akar bahar jantan dan akar bahar betina.
Yang jantan dapat dikenali dengan tangkainya yang panjang dan yang betina memiliki tangkai yang pendek.

Akar Bahar sering kali digunakan sebagai gelang, kalung, perhiasan wanita, dan sebagainya, juga mempunyai khasiat memuntahkan racun yang termakan misalnya terkena racun ikan. rajungan, kepiting dan jenis ikan laut lainnya.
Orang yang dihinggapi penyakit encok (rheumatik) jika memakai gelang atau kalung akar bahar kemungkinan sembuh, sebab akar bahar mengandung suatu zat yang disebut radium.

Menurut penyelidikan dokter hal ini tidak benar sama sekali. Andaikan orang yang terkena penyakit encok bisa sembuh karena akar bahar tadi, tak lain bukan karena disebabkan oleh orang itu yang meyakini akar bahar sebagai obat yang mujarab (baca:sugesti).

Orang yang gemar memakai gelang akar bahar, kebanyakan kaum pria, terutama kaum nelayan dan orang-orang Galela, Jalolo, Miscol (Ternate?), Guam, Banda dan Ambon. Demikian pula orang-orang Bugis, Mandar, Sula, Madura< dan orang-orang Lamor (Pulau dekat Philipina) memakai gelang akar bahar hitam.

Kata mereka jika memakai gelang tersebut dapat menolak guna-guna jahat. Dalam mencari nafkah hidup sehari-hari lebih ulet, tahan uji dan kuat menahan godaan. (*Kayaknya ini sugesti tapi mungkin apa ada hubungannya dengan Radium?.Red)

Akhirnya mengenai akar bahar ini, orangpun tidak lupa pada sindiran bagi seorang hartawan yang pelit, disebut “si Akar Bahar”. Sindiran ini banyak dipakai dan dikenal di daerah Jawa Barat.

sumber:rahasia batu permata

Categories